Cari Mobil Pintar, Mobil Ini Bisa Parkir Sendiri

Perkembangan teknologi yang semakin maju memberikan keuntungan bagi para pengemudi mobil dan pabrikan mobil, Salah satunya teknologi yang coba disematkan dalam mobil yakni pengendara tidak lagi repot memarkir mobil karena memiliki Auto Parkir.

Teknologi terbaru ini memiliki system dengan mengembangkan sensor, ECU dan Aktuator. Pada umumnya mobil memiliki beberapa sensor yang terpasang dibagian belakang mobil dan bamper depan.

Bahkan teknologi parkir otomatis ini atau menurut Produsen Nissan menyebutnya dengan ProPilot memiliki konsep seperti pemantulan suara (Echo), sensor memancarkan gelombang ultrasonik dengan frekuensi 40 Khz dan mendeteksi pantulan dari benda sekitar.

 

Sampai saat ini di Indonesia, teknologi tersebut terus dikembangkan. Bahkan, beberapa pabrikan sudah menerapkan mulai dari Ford Focus, Mercedes-Benz, dan Jeep Cherokee. Namun disetiap pabrikan memiliki nama tersendiri serta kelebihan tersendiri dengan penggunaan parkir otomatisnya.

Mobil yang menggunakan system parkir sendiri masih bisa dibilang mobil dengan harga jual tinggi, jenis ini dikategorikan mobil mewah.

Kendaraan idaman atau yang disebut dengan smart car memang bukan hal mustahil lagi di era perkembangan jaman seperti sekarang dan disematkan diseluruh jenis kendaraan nantinya.

Teknologi Auto Parkir memang masih menjadi kontroversi terkait beberapa aspek, aspek yang membuat pertimbangan terpenting adalah tingkat keselamatan. Inilah yang coba masih terus digenjot sebagai fokus utama agar menghadirkan kendaraan pintar aman bagi pengendara.

Sampai saat ini regulasi juga belum bisa memberikan ruang luas dalam kategori parkir sendiri, pengendara masih menjadi kontrol  utama dalam berbagai aspek berkendara.

Terlebih bagi pengendara memiliki nilai emosional dan gaya mengendarai berbeda disetiap Negara, jadi masih memerlukan pertimbangan matang dari berbagai aspek.

Bahkan di era perkembangan Teknologi yang begitu cepat mulai diperkenalkan teknologi berkendara tanpa pengemudi.

Teknologi ini masih masih menimbulkan pro dan kontra, riset juga masih terus dilakukan agar benar-benar teknologi yang nantinya dikeluarkan bisa memberikan dampak positif bagi pengendara dan manusia secara umum.

Jangan sampau teknologi berkembang namun hanya akan menyusahkan manusia dan memberikan efek ketergantungan berlebih pada teknologi.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *