Mencoba Kuliner Ramadan Sate Susu Kampung Jawa Khas Bali 

Saat memasuki bulan puasa Ramadan, ada makanan khas di Desa Wanasari, Denpasar Barat, atau lebih dikenal dengan Kampung Jawa. Untuk disantap pada saat berbuka puasa. Namanya, sate susu sapi dan kambing bakar. Dengan tekstur daging yang kenyal dan lezat, aroma baunya juga benar-benar menggugah selera.

Sate Susu adalah sebutan untuk kuliner khas Kampung Jawa berbahan dasar payudara sapi dan kambing. Ketika disantap tekstur kenyal sate susu begitu terasa di mulut. Cita rasa dan aromanya pun memiliki kekhasan tersendiri, mirip seperti keju.

Sate susu ini menu andalan buka puasa warga Kampung Jawa, ketika Ramadan banyak penjualnya di pasar takjil di gang samping Masjid Baiturrahmah, gerbang masuk kampung. Tetapi di luar Ramadan, susah menjumpai sate susu ini.

Sate ini berbahan baku puting susu sapi yang dibumbui agak pedas, dipotong kotak-kotak dengan lebar sekitar 2 sentimeter, tetapi relatif tipis. Satu tusuk sate biasanya ada tiga atau empat kotak potongan susu. Bakar dan sate siap santap. Enak. Empuk. Ini karena direbus dengan bumbu sekitar empat jam. Bisa saja pakai alat presto, tetapi rasanya beda, kurang mantap.

Satu kilogram susu sapi ini bisa menjadi sekitar 100 tusuk sate. Setiap tusuk dijual Rp 2.000. Jangan lupa pakai bumbu gurih pedas saat menyantapnya. Nah, bumbu gurih sate susu mirip bumbu sate padang. Bedanya, sate padang lebih kuat rasa rempahnya. Bagaimana rasanya? Ketika mengunyah sate susu, rasanya seperti mengunyah potongan sate atau soto babat. Sate susu teksturnya mirip sate daging dengan warnanya yang putih kemerahan.

Mencoba Kuliner Ramadan

Selain sate susu, penjual juga biasa menawarkan sate usus, sate daging sapi, sate ayam, sate lilit sapi, dan sate lilit ikan. Sama-sama larisnya. Pembelinya tak hanya warga Muslim yang berpuasa, tetapi juga warga yang non-Muslim. Mereka datang dan memborong. ”Ya, saya penasaran,” kata Wayan Kama, salah seorang pembeli sate susu.

Kampung Jawa merupakan sebutan kampung di sekitar Masjid Baiturrahmah Denpasar. Disebut demikian karena mayoritas adalah pendatang dari Pulau Jawa. Mayoritas warganya beragama Islam. Bagi orang Bali, terutama umat Hindu, orang Islam biasa dipanggil Nyama Slam, saudara yang beragama Islam.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *