Prospek Saham Batu Bara 2026: Rekomendasi PTBA, BUMI, Hingga ITMG

Prospek pergerakan saham batu bara di sektor pertambangan dinilai berpeluang mendapat sentimen positif dalam rentang jangka pendek hingga menengah. Pergerakan lima emiten utama seperti PTBA, AADI, ITMG, INDY, dan BUMI diproyeksikan bakal tertopang oleh sejumlah dinamika pasar global.

Kombinasi fenomena cuaca El Nino, pengetatan pasokan gas alam cair (LNG), serta pemulihan tingkat permintaan dari China menjadi penopang utama.

Selain itu, peningkatan pemanfaatan energi di Jepang dan Korea Selatan turut memberi dorongan tambahan bagi pasar komoditas ini. Meskipun kondisi pasar tergolong kondusif, Sinarmas Sekuritas menilai kenaikan harga batu bara tidak akan bergerak se-ekstrem periode 2022 saat menembus US$400 per ton.

Hal ini dipicu oleh penurunan porsi pembelian dari kawasan Eropa akibat meluasnya penetrasi energi terbarukan, tingginya biaya karbon, serta berkurangnya kapasitas PLTU di wilayah tersebut.

Rekomendasi Saham Batu Bara dari Sinarmas Sekuritas

Analis Sinarmas Sekuritas memproyeksikan harga batu bara akan memiliki level penyangga yang cukup kuat dibanding mengalami lonjakan drastis. Faktor regulasi dan kebijakan pengelolaan industri batu bara dari pemerintah Indonesia juga dinilai ikut mendukung stabilitas harga di pasar.

Di sisi lain, target produksi nasional sebesar 600 juta ton dalam RKAB 2026 dinilai tidak realistis mengingat realisasi hingga Juni telah menyentuh 367 juta ton. Potensi adanya relaksasi aturan RKAB diperkirakan bakal menggeser estimasi total volume produksi ke rentang 700 hingga 750 juta ton.

Dalam memetakan peluang di sektor ini, Sinarmas Sekuritas menjagokan saham PTBA dengan pertimbangan katalis relaksasi RKAB dan peluang kenaikan harga Domestic Market Obligation (DMO). Sementara itu, emiten BUMI dan INDY dinilai diuntungkan oleh langkah diversifikasi bisnis yang sedang dijalankan.

Untuk emiten AADI, penopang kinerja berasal dari kepemilikan posisi kas yang tebal hasil proses divestasi Kestrel. Di sisi lain, saham ITMG tercatat memiliki porsi eksposur yang cukup besar pada komoditas batu bara berkategori kalori tinggi.

Baca Juga: Angkutan Batu Bara KAI “Mbludak”: Kinerja Logistik dan Ketahanan Energi Nasional Naik!

Target Harga dan Rekomendasi 5 Emiten Batubara

Berdasarkan analisis tersebut, Sinarmas Sekuritas menyematkan rekomendasi buy untuk saham AADI dan BUMI dengan target harga masing-masing Rp11.000 dan Rp290 per lembar, yang mencerminkan potensi kenaikan sebesar 22% dan 69%.

EmitenRekomendasiTarget HargaPotensi Kenaikan
AADIBuyRp11.00022%
BUMIBuyRp29069%
PTBAAddRp2.84015%
INDYAddRp2.50013%
ITMGNetralRp26.0006%

Selanjutnya, saham PTBA dan INDY mendapatkan rekomendasi add dengan target harga Rp2.840 dan Rp2.500, atau memiliki potensi penguatan sebesar 15% dan 13%. Adapun saham ITMG diberi rekomendasi netral dengan patokan target harga Rp26.000 atau berpotensi naik tipis 6%.

Atas skenario tersebut, potensi penguatan tertinggi berada pada saham BUMI, sedangkan estimasi terendah ditempati ITMG. Saham ITMG dinilai masih menghadapi tantangan operasional berupa angka rasio pengupasan tanah (striping ratio) yang tinggi di kisaran 10-11 kali, serta dinamika kebijakan mandatori bahan bakar B50.

Prospek saham batu bara pada jangka pendek hingga menengah masih cukup menarik, didukung oleh sentimen global dan potensi relaksasi RKAB. Dari lima emiten utama, BUMI menawarkan potensi kenaikan tertinggi, sementara PTBA dan INDY layak untuk ditambahkan portofolio.

Namun, investor tetap perlu mencermati risiko seperti kebijakan energi dan fluktuasi harga komoditas sebelum mengambil keputusan investasi. Demikian informasi seputar pergerakan saham batu bara. Untuk berita ekonomi, bisnis dan investasi terkini lainnya hanya di 8Detik.Com.

You May Also Like