Target Investasi Cianjur Capai Rp2,6 Triliun pada 2026, Kok Bisa DPMPTSP Optimis?

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Cianjur optimistis akan mencapai target investasi Cianjur sebesar Rp2,6 triliun pada tahun 2026. Optimisme ini muncul seiring dengan kemudahan perizinan yang terus dipercepat dan transparansi dalam proses administrasi.

Plt. Kepala DPMPTSP Kabupaten Cianjur, Superi Faizal, menyatakan bahwa target investasi 2026 ini mengalami kenaikan sekitar tujuh persen dibandingkan target 2025 yang sebesar Rp1,9 triliun.

Superi menambahkan bahwa pemerintah daerah terus berupaya mendukung iklim investasi yang sehat, melalui regulasi yang mendukung serta infrastruktur yang memadai.

“Kami memastikan bahwa tidak ada kendala dalam proses perizinan yang dapat menghambat masuknya investasi. Semua proses perizinan dilakukan secara terintegrasi melalui sistem OSS (Online Single Submission),” ujarnya.

Target Investasi Cianjur 2026: Peran Kemudahan Perizinan dan Infrastruktur Pendukung

Selain itu, pemerintah pusat baru saja merevisi Peraturan Pemerintah mengenai perizinan berbasis risiko, dari PP Nomor 5 Tahun 2021 menjadi PP Nomor 28 Tahun 2025. Perubahan ini memungkinkan terjadinya percepatan dan kemudahan dalam proses perizinan, yang tentunya akan memperlancar realisasi investasi di Cianjur.

Cianjur menawarkan berbagai peluang investasi yang menarik, terutama di sektor pariwisata, dengan berbagai destinasi wisata alam dan pantai yang potensial untuk dikembangkan. Selain itu, pemerintah daerah juga terus memperbaiki infrastruktur, seperti kondisi jalan yang semakin baik, yang menghubungkan wilayah utara dan selatan Cianjur.

Cianjur optimis bahwa dengan langkah-langkah ini, target investasi Cianjur yang lebih tinggi pada 2026 dapat tercapai. Dengan terus menggencarkan sosialisasi dan promosi, DPMPTSP berupaya menarik investor dari berbagai sektor untuk menanamkan modal di daerah ini.

DPMPTSP Cianjur menunjukkan optimisme yang besar dalam mencapai target investasi Rp2,6 triliun pada 2026. Melalui kemudahan perizinan, regulasi yang lebih baik, dan infrastruktur yang semakin mendukung, Cianjur diharapkan menjadi destinasi investasi yang menarik, terutama di sektor pariwisata. Percepatan proses perizinan dan promosi potensi daerah menjadi kunci sukses dalam mencapai target investasi tersebut.

Demikian informasi seputar target investasi Cianjur. Untuk berita ekonomi, bisnis dan investasi terkini lainnya hanya di 8Detik.Com.

Kredit Investasi Danamon Tumbuh Pesat, Manufaktur Jadi Penopang Utama?

Kredit investasi Danamon menunjukkan kinerja yang semakin solid menjelang akhir 2025. Di tengah tren pemulihan ekonomi nasional, sektor manufaktur tampil sebagai pendorong utama pertumbuhan pembiayaan jangka panjang yang disalurkan PT Bank Danamon Indonesia Tbk.

Data Bank Indonesia mencatat kredit investasi menjadi segmen dengan pertumbuhan tertinggi di industri perbankan pada November 2025, yakni mencapai 17,8 persen secara tahunan. Angka tersebut jauh melampaui pertumbuhan kredit modal kerja dan kredit konsumsi yang masing masing berada di kisaran satu digit.

Sejalan dengan tren tersebut, Kredit Investasi Danamon tercatat mengalami lonjakan signifikan. Hingga September 2025, total penyaluran kredit investasi mencapai sekitar Rp33,5 triliun atau tumbuh hampir 30 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pencapaian ini mencerminkan meningkatnya kebutuhan pembiayaan jangka panjang dari dunia usaha.

Kredit Investasi Danamon Meningkat di Tengah Optimisme Usaha

Direktur Enterprise Banking and Financial Institution Danamon, Thomas Sudarma, menyampaikan bahwa sektor industri pengolahan menjadi kontributor terbesar dalam pertumbuhan tersebut. Permintaan kredit dari pelaku manufaktur meningkat seiring rencana ekspansi kapasitas produksi dan modernisasi fasilitas usaha.

Selain manufaktur, Kredit Investasi Danamon juga disalurkan ke sektor perdagangan dan real estate. Kebutuhan pembiayaan jangka panjang di dua sektor ini tetap terjaga, terutama untuk mendukung pengembangan aset dan ekspansi jaringan bisnis.

Menurut manajemen Danamon, optimisme pelaku usaha didorong oleh stabilitas ekonomi nasional serta dukungan kebijakan pemerintah. Lingkungan usaha yang relatif kondusif membuat perusahaan lebih percaya diri dalam mengambil keputusan investasi jangka panjang.

Memasuki 2026, Danamon menilai peluang pertumbuhan Kredit Investasi Danamon masih terbuka. Namun, laju ekspansi akan tetap disesuaikan dengan strategi bisnis perseroan serta mempertimbangkan dinamika ekonomi global dan domestik yang terus berkembang.

Pendekatan selektif dan pengelolaan risiko yang disiplin menjadi kunci agar pertumbuhan kredit tetap sehat dan berkelanjutan.

Kredit investasi di Danamon tumbuh kuat sepanjang 2025 dengan sektor manufaktur sebagai penopang utama. Prospek 2026 tetap positif dengan strategi pertumbuhan yang terukur. Demikian informasi seputar kredit investasi Danamon. Untuk berita ekonomi, bisnis dan investasi terkini lainnya hanya di 8Detik.Com.

Angkutan Batu Bara: Larangan Penggunaan Jalan Umum di Sumsel Mulai 1 Januari 2026

Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel) menegaskan bahwa mulai 1 Januari 2026, angkutan batu bara tidak lagi diperbolehkan melalui jalan umum di wilayah tersebut. Gubernur Sumsel, Herman Deru mengungkapkan bahwa keputusan ini diambil untuk mengatasi kemacetan dan pencemaran udara yang ditimbulkan oleh angkutan batu bara, yang sebagian besar melibatkan 22 perusahaan yang masih menggunakan jalan umum.

Menurut Deru, meskipun 60 perusahaan pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) beroperasi di Sumsel, sekitar 22 perusahaan masih melintas di ruas jalan umum, yang menyebabkan kemacetan parah di daerah seperti Kota Lahat hingga Tanjung Jambu, Kabupaten Lahat.

Lebih dari 50% dari perusahaan tersebut berkontribusi pada pencemaran udara dengan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) yang tinggi.

Pembangunan Jalan Khusus untuk Angkutan Batu Bara di Sumsel

Sebagai solusi, Pemprov Sumsel mendorong pembangunan jalan khusus (hauling road) untuk angkutan batu bara. Saat ini, beberapa investor telah mulai membangun jalan tersebut, dan diperkirakan akan selesai pada 20 Januari 2026.

Salah satu jalan khusus yang sedang dibangun akan terhubung dengan jalan hauling milik PT Servo Lintas Raya (SLR) sepanjang 107 km, yang diharapkan dapat mengurangi dampak negatif dari angkutan batu bara terhadap infrastruktur jalan umum.

Meskipun demikian, selama proses pembangunan jalan khusus berlangsung, perusahaan yang masih menggunakan jalan umum akan diperbolehkan untuk melanjutkan operasionalnya, namun hasil produksi batu bara hanya boleh diangkut ke lokasi penyimpanan (stockpile) untuk menghindari gangguan terhadap lalu lintas umum.

Pemprov Sumsel telah mengambil langkah tegas untuk menghentikan penggunaan jalan umum bagi angkutan batu bara mulai 1 Januari 2026. Langkah tersebut diharapkan dapat mengurangi kemacetan dan pencemaran udara yang diakibatkan oleh aktivitas angkutan batu bara.

Pembangunan jalan khusus untuk angkutan batu bara menjadi solusi utama yang dapat meningkatkan efisiensi dan keselamatan lalu lintas di wilayah Sumsel, serta mendorong operasional perusahaan batu bara untuk lebih ramah lingkungan.

Demikian informasi seputar kebijakan angkutan batu bara mulai 1 Januari 2026. Untuk berita ekonomi, bisnis dan investasi terkini lainnya hanya di 8Detik.Com.

Investasi Peternakan di Aceh: Dukungan Pemerintah untuk Pemulihan Ekonomi Pasca Banjir

Pemerintah Indonesia mendukung investasi peternakan di Aceh sebagai bagian dari strategi pemulihan ekonomi pascabencana banjir. Fokus utama investasi ini adalah pada sektor pakan ayam dan produksi susu, yang diharapkan dapat memperkuat ketersediaan protein hewani serta membuka lapangan kerja baru di wilayah tersebut.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa dukungan penuh diberikan untuk mempercepat pemulihan dan pembangunan ekonomi di Aceh.

Investasi Peternakan di Aceh: Membuka Peluang Ekonomi Baru

Dalam pertemuan dengan Gubernur Aceh, Muzakir Manaf pada Senin (22/12/25), Amran mengungkapkan bahwa investasi ini akan mencakup seluruh rantai produksi peternakan, dari hulu hingga hilir. Pemerintah berencana untuk membangun pabrik susu serta sistem produksi yang terintegrasi, yang mencakup pakan, pembibitan, dan pengolahan.

Tujuan dari langkah itu adalah untuk menjadikan Aceh sebagai wilayah yang mandiri dalam pemenuhan kebutuhan protein hewani tanpa bergantung pada pasokan luar daerah.

Investasi peternakan di Aceh tidak hanya akan menggerakkan sektor riil, tetapi juga meningkatkan pendapatan petani dan peternak lokal, yang akan berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Aceh.

Dengan adanya dukungan kebijakan, fasilitasi perizinan, dan penguatan ekosistem usaha, diharapkan investor swasta dapat beroperasi secara optimal dan memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah.

Selain Aceh, konsep investasi peternakan serupa juga direncanakan untuk diperluas ke kawasan timur Indonesia, seperti Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku. Hal tersebut bertujuan untuk mendukung pemerataan pembangunan pangan dan protein di seluruh Indonesia, serta memperkuat ketahanan pangan nasional.

Meskipun investasi ini bersumber dari sektor swasta, pemerintah tetap berperan penting dalam memberikan dukungan kebijakan dan fasilitasi agar sektor peternakan dapat berkembang dengan baik. Amran optimistis bahwa dengan dukungan pemerintah dan kerjasama pusat-daerah, Aceh dapat tumbuh menjadi daerah yang mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan dan protein.

Investasi peternakan di Aceh merupakan langkah strategis pemerintah untuk mendukung pemulihan ekonomi pasca-banjir.

Dengan fokus pada produksi pakan ayam dan susu, diharapkan sektor peternakan dapat menjadi pendorong utama dalam memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat Aceh. Selain itu, ekspansi investasi ke kawasan timur Indonesia akan memperluas dampak positif bagi seluruh sektor pangan nasional.

Demikian informasi seputar investasi peternakan di Aceh. Untuk berita ekonomi, bisnis dan investasi terkini lainnya hanya di 8Detik.Com.