Investasi di Medan Zoo Dimulai Bulan Depan, Fokus Utama pada Konservasi Hewan

Wali Kota Medan, Bobby Nasution mengumumkan bahwa investasi di Medan Zoo akan dimulai bulan depan. Pada tahap awal, investasi ini akan difokuskan pada 5 dari 30 hektare lahan yang tersedia di Medan Zoo. Fokus utama dari investasi ini adalah pemindahan hewan dan upaya konservasi untuk meningkatkan kesehatan serta kesejahteraan hewan.

“Pada tahap pertama, kita akan memindahkan semua hewan dan membantu mereka untuk dapat berkembang biak dengan baik,” ungkap Bobby Nasution di Kantor Wali Kota Medan pada Senin (27/5/2024).

Bobby menambahkan bahwa tahap awal investasi di Medan Zoo akan memprioritaskan konservasi di lahan seluas 5 hektare. Investasi ini diharapkan dapat mengatasi berbagai permasalahan terkait kesehatan hewan yang selama ini menjadi sorotan, termasuk kasus kematian beberapa ekor harimau di akhir tahun lalu.

“Mudah-mudahan bulan depan kita sudah bisa mulai. Investasi ini sepenuhnya berasal dari pihak swasta tanpa penyertaan modal dari Pemerintah Kota Medan. Kami tidak bisa menggunakan APBD langsung karena ini terkait dengan penyertaan modal untuk BUMD,” jelas Bobby.

Polemik kesehatan hewan di Medan Zoo, yang merupakan salah satu unit usaha Perusahaan Umum Daerah (PUD) Pembangunan Kota Medan, telah menjadi perhatian publik selama beberapa tahun terakhir. Sorotan semakin tajam menyusul kematian beberapa ekor harimau dalam kurun waktu tiga bulan di akhir tahun lalu.

Bobby, menantu Presiden Joko Widodo, telah berjanji untuk mendatangkan investor untuk berinvestasi di Medan Zoo. Salah satu investor yang sudah berjanji adalah Raffi Ahmad sejak pertengahan 2022, namun hingga kini belum terealisasi.

Baru-baru ini, Bobby juga mengungkapkan rencana untuk menutup sementara Medan Zoo sebelum Lebaran guna memulai renovasi. Namun, rencana tersebut ditunda mengingat Medan Zoo menjadi salah satu destinasi wisata favorit warga Kota Medan saat libur Lebaran.

“PUD Pembangunan akan menunda dulu penutupan Medan Zoo sebelum Lebaran, karena di waktu libur Lebaran pengunjung yang datang ke Medan Zoo diperkirakan ramai, seperti libur Lebaran tahun-tahun sebelumnya,” kata Plt Dirut PUD Pembangunan, Bambang Hendarto, dalam keterangannya pada Senin (8/4).

Dengan adanya investasi di Medan Zoo, diharapkan akan menjadi tempat yang lebih baik bagi hewan dan menarik lebih banyak pengunjung. Upaya ini juga diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal serta meningkatkan kesadaran tentang pentingnya konservasi hewan di kalangan masyarakat.

Demikian informasi seputar perkembangan investasi di Medan Zoo. Untuk berita ekonomi, bisnis dan investasi terkini lainnya hanya di 8Detik.Com.

Ini Kata Elon Musk Soal Potensi Investasi Starlink di Indonesia

CEO Tesla Inc dan SpaceX, Elon Musk akhirnya memberikan pernyataan resmi terkait rencana investasinya di Indonesia. Meski belum ada kejelasan mengenai masuknya mobil listrik Tesla ke Tanah Air, Musk menyebutkan adanya peluang bagi anak usaha lainnya di bidang yang sama untuk hadir di Indonesia.

“Dalam jangka panjang, kemungkinan besar kita akan berinvestasi di Indonesia. Namun, pengumuman hari ini adalah tentang Starlink,” ujar Elon Musk dalam sesi konferensi pers pada peresmian Starlink yang disiarkan secara langsung di pada Minggu (19/5/2024).

Musk menjelaskan bahwa Starlink, layanan konektivitas bandwidth tinggi miliknya, dapat memberikan akses internet yang lebih luas dan berkualitas tinggi, khususnya bagi wilayah-wilayah terpencil di Indonesia. Pada tahap awal, layanan ini telah diterapkan di Puskesmas Pembantu, Desa Sumerta Kelod, Denpasar, Bali.

“Kami benar-benar memfokuskan acara ini pada Starlink dan manfaat yang dapat diberikan oleh konektivitas bandwidth tinggi ke pulau-pulau terpencil dan komunitas terpencil,” kata Musk.

“Jika Anda memiliki barang atau jasa yang ingin Anda jual kepada dunia, meskipun Anda berada di desa terpencil, kini Anda dapat melakukannya dengan koneksi internet.”

Sementara itu, Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, sebelumnya menyatakan bahwa pemerintah tidak lagi menunggu kepastian investasi dari Tesla. Menurut Luhut, Indonesia sudah memiliki investasi dari BYD, perusahaan kendaraan listrik asal China, dengan nilai 1,3 miliar dolar AS atau setara dengan Rp 20,3 triliun.

“Kita sudah ada (investasi) dengan BYD kok, BYD juga bagus, enggak jelek. Kalau Tesla mau datang, silakan. Kalau dia enggak mau datang, silakan,” kata Luhut.

Meskipun begitu, Tesla tetap menunjukkan minat untuk bekerja sama dengan salah satu produsen nikel di Indonesia, PT Vale Indonesia Tbk (INCO), dalam menyediakan pasokan bahan baku. Namun, hingga kini, belum ada informasi lebih lanjut mengenai produk apa yang akan dihasilkan dari kerja sama tersebut.

Dengan pernyataan Musk ini, terbuka kemungkinan besar bahwa perusahaan-perusahaan yang dipimpin oleh Elon Musk akan memperluas jejak mereka di Indonesia. Hal ini tidak hanya memperkuat sektor teknologi dan konektivitas, tetapi juga berpotensi mendukung perkembangan industri kendaraan listrik di dalam negeri. Kehadiran Starlink diharapkan dapat menjadi solusi bagi keterbatasan akses internet di berbagai wilayah, membantu masyarakat Indonesia untuk lebih terhubung dengan dunia.

Seiring dengan perkembangan ini, masyarakat dan pemerintah Indonesia menantikan langkah-langkah nyata dari Tesla dan anak usahanya lainnya dalam merealisasikan investasi mereka di tanah air. Dengan demikian, Indonesia bisa menjadi bagian dari peta ekspansi global perusahaan-perusahaan yang dipimpin oleh Elon Musk, sekaligus meningkatkan daya saing di sektor teknologi dan kendaraan listrik.

Demikian informasi seputar investasi Elon Musk dan penggunaan Starlink di Indonesia. Untuk berita ekonomi, bisnis dan investasi terkini lainnya hanya di 8Detik.Com.

Tren Positif: Investasi Manufaktur Indonesia Meningkat Tajam Menjelang Pertengahan 2024

Menurut laporan terbaru dari Jones Lang LaSalle (JLL), investasi manufaktur dan industri Indonesia menunjukkan tren positif yang signifikan pada kuartal pertama tahun 2024, mencapai angka 55 persen. Kepala Riset JLL, Yunus Karim menjelaskan bahwa investasi ini secara khusus berfokus pada pengolahan sumber daya alam seperti nikel, baja, dan komoditas lainnya.

“Saat ini, terdapat peningkatan upaya untuk menarik investor asing dalam membangun pabrik-pabrik di Indonesia,” kata Yunus Karim di kantor JLL pada Senin lalu.

Yunus juga menyoroti permintaan akan pergudangan modern dari sektor investasi manufaktur. “Pemilik pabrik internasional membutuhkan fasilitas penyimpanan yang memadai untuk barang-barang mereka, mulai dari penyimpanan hingga pengelolaan barang,” ungkapnya.

Selama beberapa tahun terakhir, tingkat hunian sektor pergudangan modern telah menunjukkan stabilitas yang mengesankan, tetap berada di atas 85 persen sejak 2018. Meskipun demikian, ketersediaan ruang masih menjadi perhatian.

Yunus menjelaskan bahwa selama pandemi, pasokan pergudangan meningkat secara signifikan, tetapi untuk tahun 2024, net demand dan supply tercatat terbatas.

“Dalam triwulan pertama tahun ini, hanya satu gudang yang selesai dibangun, mengingat tingkat hunian yang sudah tinggi dan ketersediaan area yang terbatas,” jelas Yunus.

Meskipun demikian, JLL memperkirakan adanya peningkatan pasokan pergudangan baru di masa mendatang. Salah satu area yang menjadi sorotan adalah Kabupaten Cikarang, yang tetap menjadi tujuan populer bagi investor di sektor industri.

“Pengembang melihat potensi yang besar di wilayah Cikarang. Dengan peningkatan aksesibilitas melalui jalan tol, area-area baru terbuka, memberikan peluang bagi pemilik gudang untuk membangun fasilitas baru. Konektivitas dan aksesibilitas menjadi faktor utama yang dipertimbangkan oleh penyewa dalam memilih lokasi gudang mereka,” tambah Yunus.

Dengan demikian, prospek investasi manufaktur di Indonesia terlihat cerah, dengan Kabupaten Cikarang menjadi salah satu lokasi utama yang menarik bagi investor dalam membangun fasilitas produksi dan pergudangan modern.

Demikian informasi seputar masa investasi manufaktur di Indonesia. Untuk berita ekonomi, bisnis dan investasi terkini lainnya hanya di 8Detik.Com.

Vietnam: Magnet Investasi Bagi Investor Asing di Sektor Elektronik dan Semikonduktor

Vietnam terus menunjukkan komitmennya untuk menarik lebih banyak investor asing ke dalam negeri. Wakil Menteri Perencanaan dan Investasi, Do Thanh Trung menyatakan bahwa negaranya telah meningkatkan kesiapan dalam bidang kelembagaan, infrastruktur, dan tenaga kerja, terutama di sektor-sektor besar seperti elektronik dan semikonduktor.

Menurut laporan VNA pada Senin (6/5/2024), Trung menjelaskan bahwa keputusan investasi asing tidak hanya bergantung pada Vietnam saja, tetapi juga dipengaruhi oleh banyak faktor lainnya. Faktor-faktor tersebut mencakup situasi geopolitik dan ekonomi global, regional, dan lokal, serta kecenderungan investasi dan pergeseran rantai pasokan di seluruh dunia.

Vietnam telah mengambil langkah-langkah konkret untuk meningkatkan daya tariknya bagi investor asing. Dari segi regulasi, negara ini telah menyempurnakan kebijakan dan undang-undang yang berkaitan dengan iklim usaha dan investasi. Hal ini termasuk pengembangan mekanisme khusus dan insentif yang menarik bagi perusahaan teknologi, semikonduktor, elektronik, dan chip.

Tidak hanya itu, infrastruktur transportasi juga menjadi fokus utama dalam menarik investasi. Vietnam telah berupaya memastikan tersedianya infrastruktur yang memadai, termasuk jaringan transportasi darat, air, dan udara yang efisien.

Selain itu, investasi dalam infrastruktur produksi seperti pasokan listrik juga diperhatikan. Pusat-pusat inovasi dan taman teknologi tinggi juga sedang dikembangkan untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi investor.

Pemerintah Vietnam Taruh Perhatian Khusus di Sektor SDM

Pemerintah Vietnam juga telah menaruh perhatian khusus pada pengembangan sumber daya manusia. Program-program pelatihan dan penelitian telah dibangun, termasuk rencana untuk melatih 50 ribu insinyur dalam industri semikonduktor. Langkah-langkah ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan tenaga kerja yang berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan industri.

Tidak mengherankan, langkah-langkah ini mendapat apresiasi tinggi dari dunia usaha asing. Investor dari Amerika, Jepang, Korea Selatan, dan Taiwan telah menunjukkan minatnya dalam melakukan investasi di Vietnam, terutama dalam industri semikonduktor dan chip.

Dengan langkah-langkah ini, Vietnam semakin menegaskan posisinya sebagai destinasi investasi yang menarik bagi investor asing. Dengan komitmen yang kuat dan berbagai inisiatif yang diambil, Vietnam siap untuk memasuki babak baru dalam perkembangan ekonominya.

Demikian informasi seputar pertumbuhan Vietnam dalam upayanya meningkatkan investasi dari investor asing. Untuk berita ekonomi, bisnis dan investasi terkini lainnya hanya di 8Detik.Com.