Tag Archives: Bisnis

Investor Tiongkok Menguasai Investasi Batu Bara di Kalimantan Selatan

Sektor pertambangan, khususnya batu bara, terus menjadi primadona dalam hal investasi di Provinsi Kalimantan Selatan. Menurut Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Provinsi Kalsel, Endri, investasi tertinggi masih berasal dari sektor pertambangan, yang menunjukkan kekayaan alam batu bara yang melimpah di daerah tersebut.

Endri menjelaskan bahwa investasi dalam sektor pertambangan, baik dari dalam negeri maupun asing, mendominasi masuknya investasi di Provinsi Kalsel. “Karena daerah kita memang kaya akan batu bara,” ujarnya dengan yakin.

Data menunjukkan tren investasi di Provinsi Kalsel terus meningkat dari tahun ke tahun. Realisasi investasi pada triwulan IV tahun 2023 mencapai total Rp6,04 triliun, dengan penanaman modal dalam negeri sebesar Rp5,43 triliun dan penanaman modal asing sebesar Rp604,5 miliar.

Endri juga menyebutkan bahwa Provinsi Kalsel menempati peringkat ke-10 secara nasional untuk penanaman modal dalam negeri dan peringkat ke-24 untuk penanaman modal asing. Investasi tertinggi pada periode tersebut terjadi di Kabupaten Tabalong untuk penanaman modal dalam negeri dan Kabupaten Kotabaru untuk penanaman modal asing, keduanya dalam sektor pertambangan batu bara.

Negara yang paling banyak berinvestasi di Provinsi Kalsel adalah Hong Kong dan Republik Rakyat Tiongkok. Hal ini menunjukkan minat yang tinggi dari investor asing terhadap potensi tambang batu bara di daerah tersebut.

Meskipun target investasi pada tahun 2023 sudah terlampaui dengan realisasi mencapai Rp19 triliun, dari target awal Rp15 triliun, Endri menyatakan bahwa target investasi untuk tahun-tahun mendatang akan terus ditingkatkan. Namun, pihaknya tetap optimis bahwa investasi di Provinsi Kalsel akan terus meningkat seiring dengan potensi besar yang dimiliki oleh sektor pertambangan batu bara di daerah ini.

Perkembangan ini memberikan sinyal positif bagi pertumbuhan ekonomi Provinsi Kalimantan Selatan dan menunjukkan bahwa industri tambang batu bara masih menjadi salah satu pilar utama dalam pembangunan ekonomi regional.

Demikian informasi seputar peningkatan investasi batu bara di Indonesia. Untuk berita ekonomi, bisnis dan investasi terkini lainnya hanya di 8Detik.Com.

Investasi di Pelabuhan Kijing: Tonggak Penting untuk Pertumbuhan Kalimantan Barat

Investasi di Pelabuhan Kijing di Mempawah, Kalimantan Barat semakin menjadi sorotan karena nilai yang masuk sangat besar. General Manager Pelindo II Pontianak, Hambar Wiyadi mengungkapkan bahwa dua perusahaan mitra telah memasuki tahap pembangunan dengan total nilai investasi mencapai Rp4 triliun.

Menurut Hambar Wiyadi, salah satu mitra adalah PT Pacific Bio Industry (PBI), yang menggunakan lahan kawasan pendukung Terminal Kijing untuk mengembangkan bisnis di bidang logistik dan hinterland development. Terminal Kijing dianggap sebagai kawasan logistik terintegrasi yang akan meningkatkan efisiensi rantai pasok produk-produk Kalimantan Barat, serta memperkuat pertumbuhan perdagangan dan perekonomian di wilayah tersebut.

Sementara itu, PT Apical juga turut bergabung dengan investasi di Pelabuhan Kijing. Perusahaan ini dikenal sebagai produsen minyak sawit segar berkualitas tinggi melalui pengolahan Crude Palm Oil (CPO) yang bersertifikat internasional. Dengan kehadiran Apical, kapasitas penampungan dan ekspor CPO di Terminal Kijing diharapkan dapat meningkat signifikan.

Hambar Wiyadi menekankan bahwa Terminal Kijing telah menjadi penghubung utama dalam ekspor CPO ke berbagai negara tujuan. Bahkan, Kalimantan Barat telah menjadi pusat penghubung ekspor untuk daerah-daerah lain seperti Jambi dan Palembang.

Investasi di Pelabuhan Kijing ini menjadi bagian dari upaya memaksimalkan potensi Pelabuhan Kijing sebagai pusat logistik dan perdagangan yang strategis di Kalimantan Barat. Dengan fasilitas yang lengkap dan dukungan infrastruktur yang memadai, Pelabuhan Kijing diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk-produk Kalimantan Barat di pasar global.

Perlu dicatat bahwa investasi di Pelabuhan Kijing ini bukanlah yang pertama kali terjadi di kawasan tersebut. Pada tahun 2019, Pelabuhan Kijing juga menjadi pusat perhatian dengan perjanjian pembelian listrik jangka panjang antara Reliance Power India dan Badan Pengembangan Tenaga Listrik Bangladesh.

Hal ini menandai langkah besar pertama perusahaan India dalam sektor energi Bangladesh, menunjukkan potensi besar Pelabuhan Kijing sebagai pusat investasi dan perdagangan yang berkembang pesat.

Dengan adanya investasi ini, diharapkan akan terjadi dorongan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat serta peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat setempat. Pelabuhan Kijing menjadi bukti nyata bahwa investasi bukan hanya menguntungkan perusahaan, tetapi juga membawa dampak positif bagi seluruh ekosistem perekonomian di wilayah tersebut.

Demikian informasi seputar investasi di Pelabuhan Kijing di Mempawah. Untuk berita ekonomi, bisnis dan investasi terkini lainnya hanya di 8Detik.Com.

Investasi Kripto dalam Tren Positif: Simak Peningkatan Aliran Dana dan Hash Power

Tahun naga kayu, menurut platform trading Bitcoin Reku, dipandang sebagai masa di mana kepercayaan diri investor dalam investasi kripto mencapai puncaknya, mendorong mereka untuk mengambil risiko yang lebih besar. Menurut Crypto Researcher, Reku Fahmi Almuttaqin memaparkan fenomena ini tercermin dalam beberapa aspek utama yang dapat diamati dalam pasar kripto saat ini.

Pertama-tama, meningkatnya hash power atau kekuatan komputasi yang menjalankan blockchain Bitcoin menjadi salah satu indikator kuat dari tingginya kepercayaan diri investor untuk berinvestasi kripto. Data dari Look Into Bitcoin menunjukkan bahwa hash rate Bitcoin secara konsisten mencatat rekor tertinggi baru, khususnya dalam satu tahun terakhir.

Hal ini menandakan optimisme yang tinggi di kalangan para miner, yang terus berinvestasi dalam perangkat keras untuk melakukan penambangan, meskipun Bitcoin Halving yang akan datang berpotensi memangkas reward dari penambangan Bitcoin.

Kedua, peningkatan aliran dana investasi masuk juga menjadi bukti nyata dari tingkat kepercayaan ini. Menurut laporan Coinshares pada Februari 2024, terjadi peningkatan inflow yang konsisten, dengan total US$1,1 miliar net inflow hanya dalam satu minggu terakhir.

Hal tersebut mengangkat Asset Under Management (AuM) di instrumen kripto ke level tertinggi sejak awal 2022, mencapai angka US$59 miliar. Ini menjadi indikator kuat bahwa investor, termasuk institusi, tetap optimis meskipun suku bunga relatif tinggi dan instrumen berisiko rendah masih menawarkan imbal hasil yang menarik.

Fahmi juga menyoroti perkembangan berbagai naratif investasi kripto, seperti fenomena Gamefi, Layer 2, dan token ERC 404 yang baru-baru ini menarik perhatian. Dukungan besar dari komunitas dan investor ritel terhadap proyek-proyek baru ini menunjukkan tingkat optimisme dan keberanian yang tinggi di kalangan pelaku pasar.

Namun, dalam menghadapi optimisme ini, Reku menegaskan pentingnya tetap bijak. Investor perlu memperhatikan berbagai aspek teknologi baru dan memantau keberlanjutan dari fitur pasar produk yang ada.

Dalam konteks ini, keberanian untuk mengambil risiko lebih besar tidak boleh diartikan sebagai tindakan ceroboh. Diperlukan pemahaman yang mendalam tentang teknologi dan proyek yang diinvestasikan, serta kesadaran akan potensi risiko investasi kripto. Meskipun pasar kripto menawarkan potensi imbal hasil yang besar, volatilitasnya yang tinggi juga membawa risiko yang tidak dapat diabaikan.

Di samping itu, penting bagi investor untuk tetap memperhatikan regulasi dan perkembangan pasar secara keseluruhan. Meskipun ada optimisme yang kuat, pasar kripto masih relatif baru dan terus berkembang, sehingga regulasi dan kebijakan pemerintah dapat memiliki dampak signifikan terhadap nilai aset kripto.

Dalam kesimpulan, tahun naga kayu merupakan periode yang menarik bagi pasar kripto, di mana optimisme dan keberanian investor mencapai puncaknya. Namun, di tengah potensi imbal hasil yang besar, investor diingatkan untuk tetap bijak dan waspada terhadap risiko yang terkait dengan investasi kripto.

Dengan memahami secara mendalam teknologi dan proyek yang diinvestasikan, serta tetap memantau perkembangan pasar dan regulasi, investor dapat memaksimalkan potensi keuntungan mereka dalam investasi kripto.

Demikian informasi seputar perkembangan investasi kripto di Indonesia. Untuk berita ekonomi, bisnis dan investasi terkini lainnya hanya di 8Detik.Com.

Pertumbuhan Investasi di Sulsel 2023: Realisasi Capai Rp16,451 Triliun

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sulawesi Selatan (Sulsel) merilis pencapaian gemilang dalam sektor investasi di Sulsel pada tahun 2023. Realisasi investasi di Sulawesi Selatan mencapai angka fantastis, yaitu Rp16,451 triliun, melampaui target nasional sebesar Rp14,555 triliun sebanyak 113 persen. Plh Kepala DPMPTSP Sulsel, Idham Kadir, menjelaskan bahwa keberhasilan ini tak lepas dari kerjasama yang baik dan upaya percepatan perizinan di seluruh kabupaten/kota Sulsel.

Tren Peningkatan Investasi

Realisasi investasi Sulsel pada tahun 2023 menandai peningkatan yang signifikan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Dengan nilai sebesar Rp16,451 triliun, Sulsel berhasil melampaui capaian tahun 2022 yang sebesar Rp14,258 triliun. Hal ini mencerminkan daya tarik Sulsel sebagai destinasi investasi yang semakin berkembang.

Sektor pertambangan tetap menjadi penyumbang terbesar investasi di Sulsel, mencapai 18,01 persen atau setara dengan Rp2,963 triliun. Sementara itu, sektor industri logam, transportasi, perumahan, dan perdagangan juga memberikan kontribusi yang signifikan terhadap total investasi. Idham Kadir menekankan bahwa keberhasilan ini tak terlepas dari kerja keras DPMPTSP di seluruh kabupaten/kota, yang terus mempercepat dan mempermudah proses perizinan bagi pelaku usaha di daerah masing-masing.

Rincian Realisasi Investasi investasi di Sulsel dan Penyerapan Tenaga Kerja

Investasi Sulsel tahun 2023 terdiri dari Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp4,983 triliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp11,468 triliun. Keberhasilan ini tidak hanya tercermin dalam angka investasi, tetapi juga dalam penyerapan tenaga kerja. Total investasi sepanjang tahun 2023 berhasil menyerap 19.186 orang tenaga kerja, dengan 217 di antaranya merupakan tenaga kerja asing.

Kota Makassar menjadi daerah dengan realisasi investasi terbesar, mencapai Rp5,891 triliun, diikuti oleh Kabupaten Luwu, Luwu Timur, Bantaeng, dan Maros. Keberhasilan ini memperkuat posisi Sulsel sebagai pusat investasi yang menarik. Idham Kadir juga merinci bahwa setidaknya ada lima negara yang paling banyak menanamkan modalnya di Sulsel, dengan Kanada memimpin dalam hal investasi asing.

Dengan keberhasilan yang diraih, pemerintah Sulsel berkomitmen untuk terus meningkatkan pertumbuhan investasi di Sulsel. Proses perizinan yang cepat dan efisien diharapkan akan terus menjadi fokus, membuka peluang luas bagi investasi yang lebih besar dan berkelanjutan. Sulsel menunjukkan bahwa dengan kerjasama yang baik dan komitmen yang tinggi, pertumbuhan ekonomi yang signifikan dapat dicapai melalui investasi yang cerdas dan berkelanjutan.

Demikian informasi seputar perkembangan investasi di Sulsel. Untuk berita ekonomi, bisnis dan investasi terkini lainnya hanya di 8Detik.Com.